
Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) mengungkapkan kekecewaannya kepada pemerintah karena merasa pemerintah tak melibatkan pelaku wisata dalam perekonomian nasional sesuai Revisi Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Astindo (Asosiasi Travel Indonesia) pun juga ikut berkomentar.
Dihubungi detikTravel , Senin (13/10/2025) Pauline Suharno, Ketua DPP Astindo tak bisa menyembunyikan kekagetannya saat mengetahui pelaku wisata tidak dilibatkan dalam ekosistem wisata. Padahal dengan adanya GIPI, para asosiasi travel mendapatkan kemudahan dalam menjalin kolaborasi dengan asosiasi lain.
“Kita itu merasa sangat bagus sekali dengan adanya GIPI karena kita bisa memperkuat koordinasi antar sesama asosiasi hingga kita tuh bisa kolaborasi, bisa koordinasi dengan asosiasi-asosiasi lain yang berhubungan dengan sektor pariwisata. Nah, jadi ketika di GIPI dihapuskan, lalu bagaimana dengan kita? Nah, kalau kita swasta, kita bilang, “Ya sudah, kita lanjutkan.” Toh selama ini kita sudah merasakan manfaat dari keberadaan GIPI untuk kita,”











