
Bali, dengan keindahannya yang menakjubkan, adalah surga bagi para wisatawan. Namun, di balik pesona matahari tropis dan sawah yang hijau, terdapat permasalahan yang perlu diperhatikan: adanya money changer nakal yang menipu konsumen. Asosiasi Penukaran Valuta Asing (PVA) di Bali telah memastikan bahwa setiap money changer yang nakal dan mencurangi konsumen pasti beroperasi secara ilegal dan tanpa izin.
Pahami Risiko Money Changer Ilegal di Ubud dan Gianyar
Beberapa tempat usaha penukaran valuta asing non-bank (money changer) di daerah Ubud dan Gianyar telah diketahui nakal dan merugikan konsumen. Menurut Ketua Afiliasi PVA Bali, Ayu Astuti Dhama, money changer ilegal tidak hanya merugikan konsumen tetapi juga merugikan negara. Mereka tidak membayar pajak dan mengganggu usaha legal seperti milik anggota asosiasi.
Tips untuk Para Wisatawan
Sebagai wisatawan, pastikan untuk selalu memilih money changer yang memiliki izin resmi. Cari tanda penghargaan atau sertifikat yang menunjukkan bahwa usaha tersebut sah dan terpercaya. Jika Anda berada di Ubud atau Gianyar, lebih baik berkonsultasi dengan otoritas setempat atau anggota PVA Bali untuk memastikan transaksi Anda aman.
Kenapa Bali Masih Wajib Dikunjungi?
Meski ada peringatan penting mengenai money changer ilegal, Bali tetap menjadi destinasi yang tak tergantikan. Dari pemandangan alam yang eksotis hingga budaya yang kaya, pulau ini menawarkan pengalaman yang tak terlupakan. Dengan berhati-hati dalam memilih money changer, Anda bisa menikmati liburan yang menyenangkan dan aman di Bali.
Rekomendasi untuk Perjalanan Aman
Untuk memastikan perjalanan Anda lancar, selalu lakukan penelitian sebelum memilih money changer. Jika mungkin, gunakan jasa bank resmi atau tempat penukaran valuta asing yang direkomendasikan oleh hotel atau agen wisata terpercaya. Dengan begitu, Anda bisa menikmati setiap momen liburan tanpa khawatir terkena penipuan.
Ayo, jelajahi Bali dengan lebih aman dan nyaman dengan memperhatikan tips ini!









