
Para Penggemar Sejarah, Saksikanlah!
Keraton Solo menyuguhkan momen sejarah yang tak terlupakan dengan pengukuhan Putra Mahkota, KGPAA Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram, sebagai Paku Buwono (PB) XIV. Acara ini digelar jelang pemberangkatan jenazah PB XIII, menjadi titik awal untuk melihat bagaimana tradisi kerajaan Jawa tetap lestari hingga kini.
Tradisi Megah dan Ikrar Perjanjian
Dalam acara pengukuhan, KGPAA Hamangkunegoro mengucapkan ikrar kesetiaan dan kesanggupan meneruskan takhta Raja. Ikrar ini disampaikan di hadapan keluarga keraton, abdi dalem, dan sentono, menandakan komitmen kuat untuk melanjutkan warisan budaya. Pidato pelepasan PB XIII juga menjadi momentum untuk menegaskan peran baru PB XIV dalam memimpin Keraton Surakarta Hadiningrat.
Tips untuk Para Traveler
– Waktu Terbaik: Kunjungi Keraton Solo saat acara khusus seperti pengukuhan atau upacara tradisional untuk merasakan atmosfer sejarah yang nyata.
– Rute dan Biaya: Keraton Solo terletak di tengah kota Solo, mudah diakses dari terminal atau stasiun. Biaya masuk wisatawan domestik sekitar Rp25.000, sementara wisatawan mancanegara lebih tinggi.
– Pesona Lokal: Jangan lewatkan pemandangan alun-alun kota dan bangunan khas Jawa di sekitar keraton, yang menjadi saksi bisu berjalannya waktu.
Mengapa Ini Wajib Dikunjungi?
Keraton Solo bukan hanya tempat sejarah, tetapi juga jantung budaya Jawa yang hidup. Dengan acara pengukuhan PB XIV, traveler bisa menyaksikan bagaimana tradisi kerajaan tetap relevan dan dihormati hingga saat ini. Jadi, apakah Anda siap menyaksikan sejarah yang sedang berlangsung?







