
Profesi sopir truk di Indonesia semakin ditinggalkan. Bahkan disebutkan, jumlah sopir truk di Indonesia sudah masuk kategori berbahaya.
Menurut KNKT, jumlah pengemudi bus dan truk di Indonesia mengalami penurunan. Rasio dengan jumlah kendaraan yang beroperasi sudah masuk dalam zona berbahaya (danger).
Menurut Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), di balik kemudi, sopir truk menjadi tumpuan sekaligus tumbal sistem yang secara beringas mengeksploitasinya.









