
Perjalanan yang Tidak Terwujud
Ketegangan diplomatik antara Jepang dan China telah menyebabkan sektor pariwisata Jepang merasakan dampak yang signifikan. Diperkirakan Jepang akan kehilangan hingga USD 1,2 miliar (setara Rp 20 triliun) sebelum tahun 2025 berakhir. Angka ini mencerminkan dampak langsung dari ketegangan yang berlangsung antara kedua negara.
Data di Balik Ketegangan
Mengutip laporan dari The Strait Times pada Minggu (23/11/2025), data dari China Trading Desk menunjukkan bahwa sekitar 30% dari 1,44 juta perjalanan warga China ke Jepang yang direncanakan hingga akhir Desember 2025, telah dibatalkan. Ini semua terjadi setelah Beijing mengimbau warganya untuk tidak bepergian ke Jepang, sebagai respons terhadap ketegangan diplomatik yang sedang berlangsung.
Potensi Kerugian yang Besar
Jepang, yang dikenal dengan keindahan alamnya dan budaya yang kaya, menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan dari China. Namun, dengan jumlah wisatawan yang drastis berkurang, sektor pariwisata Jepang diprediksi akan mengalami kerugian yang tak bisa diremehkan.
Mengapa Jepang Masih Menjadi Destinasi yang Wajib Dikunjungi?
Meski saat ini situasi sedang tidak menentu, Jepang tetaplah negara yang menawarkan pengalaman unik dan tak terlupakan. Dari pemandangan alam yang eksotis seperti Gunung Fuji, hingga budaya yang kaya seperti festival dan tradisi yang melekat, Jepang selalu memiliki daya tarik tersendiri.
Jadi, apakah Anda siap untuk merasakan sendiri keindahan dan pesona Jepang yang tak tergantikan? Jangan lewatkan kesempatan ini, karena setiap momen di Jepang pasti akan menjadi kenangan yang tak terlupakan.











