
Pengalaman Membuka Cakrawala Baru di Borobudur
Candi Borobudur kembali menjadi sorotan publik dengan kontroversi seputar pemasangan stairlift. Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menarik perhatian dengan membandingkannya dengan situs warisan dunia seperti Angkor Wat dan Akropolis. Menurutnya, kita perlu melihat-lihat sendiri bagaimana situs-situs tersebut sudah memiliki fasilitas serupa sejak lama. “Kita ini terlambat,” ujarnya di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.
Fakta Unik dan Tips Perjalanan
Stairlift di Borobudur tidak hanya untuk tujuan estetika, tetapi juga sebagai bentuk inklusivitas. Menurut Fadli, fasilitas ini dirancang untuk memudahkan akses bagi wisatawan lanjut usia atau dengan disabilitas. Jadi, tak heran jika pemasangan stairlift menjadi polemik, karena ada yang mendukung dan ada yang menolak.
Jika Anda berencana berkunjung, pastikan datang di pagi hari untuk menikmati keindahan candi tanpa kerumunan. Rute terbaik adalah melalui Jl. Tentara Pelajar, Magelang. Biaya masuknya terjangkau, dan Anda bisa menyewa guide lokal untuk informasi lebih mendalam.
Mengapa Wajib Dikunjungi?
Borobudur adalah bukti keagungan budaya Indonesia yang tak terbantahkan. Dengan adanya stairlift, lebih banyak orang bisa menikmatinya, termasuk mereka yang membutuhkan bantuan ekstra. Jadi, tak hanya wisatawan biasa, tetapi juga wisatawan inklusif yang bisa merasakan pesona candi ini.
Tak heran jika Fadli Zon menyarankan kita semua untuk “piknik” ke situs warisan dunia seperti Angkor Wat dan Akropolis—bukan hanya untuk menikmati keindahan, tetapi juga untuk belajar bagaimana mereka menyongsong masa depan dengan tetap mempertahankan warisan budaya.
Jangan lewatkan kesempatan untuk melihat Borobudur dari dekat. Dengan segala kontroversinya, candi ini tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia.











