
Revolusi Perbatasan Singapura
Singapura, negara kota yang terkenal dengan keefisienannya, baru saja mencatat rekor baru dalam pengelolaan imigrasi. Dari Januari hingga November 2025, sekitar 41.800 warga negara asing (WNA) ditolak masuk, angka yang melonjak signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini bukan hanya angka, tapi cerita tentang bagaimana Singapura mulai menetapkan batasan lebih ketat untuk pelancong internasional.
Kebijakan Baru: No-Boarding Directive (NBD)
Mengutip laporan dari The Star pada Senin (22/12/2025), Otoritas Imigrasi dan Pemeriksaan Perbatasan Singapura (ICA) akan menerapkan kebijakan no-boarding directive (NBD) mulai Januari 2026. Dengan skema ini, penumpang yang dinilai tidak memenuhi syarat masuk Singapura akan dicegah naik pesawat sejak di bandara keberangkatan. Ini berarti, pelancong harus lebih waspada saat mempersiapkan perjalanan ke negara ini.
Tips untuk Pelancong
– Persiapan Dokumen: Pastikan paspor Anda valid dan semua syarat masuk Singapura tercukupi sebelum berangkat.
– Rute Alternatif: Jika rencana Anda terganggu, pertimbangkan rute alternatif atau destinasi lainnya.
– Waktu Terbaik: Jika ingin menghindari kebijakan baru, pertimbangkan untuk berlibur sebelum Januari 2026.
Mengapa Singapura?
Singapura tetap menjadi destinasi yang menjanjikan dengan pemandangan kota yang modern, budaya yang beragam, dan kuliner yang lezat. Namun, dengan perubahan kebijakan ini, penting untuk mempersiapkan diri lebih matang sebelum mengunjunginya.
Jadi, jika Anda berencana mengunjungi Singapura, pastikan untuk melacak informasi terbaru dan mempersiapkan diri dengan baik. Singapura mungkin menyambut Anda, atau mungkin tidak—tergantung persiapan Anda.







