
Pulau es yang sebagian besar tertutup salju dan nyaris tak berpenghuni ini mendadak menjadi pusat perhatian geopolitik dunia. Greenland, wilayah Arktik yang sunyi, sekali lagi ingin dikuasai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Ketertarikan Trump melebarkan wilayah AS hingga ke Greenland itu diucapkan setelah AS melakukan serangan militer ke Venezuela. Tepatnya, setelah Trump menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya kemudian membawa mereka ke New York.
“Kami membutuhkan Greenland dari segi keamanan nasional. Itu sangat strategis. Saat ini, Greenland dipenuhi dengan kapal-kapal Rusia dan China di mana-mana,” kata Trump dilansir BBC, Rabu (7/1/2026).











