
Pengenalan Risiko Berkendara di Banjir
Hujan deras yang melanda beberapa daerah telah menyebabkan genangan air di jalanan, menghambat pergerakan kendaraan. Meskipun beberapa pengendara nekat menerobos banjir menggunakan mobil atau motor, ahli keselamatan berkendara seperti Sony Susmana dari SDCI menyarankan untuk hindari genangan air yang terlalu dalam. Risiko terobosan banjir tidak hanya merusak mesin kendaraan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara.
Analisis Risiko dan Rekomendasi
Banjir di Jakarta dan sekitarnya menunjukkan pentingnya memahami risiko terobosan banjir. Genangan air yang dalam dapat menyebabkan mesin kendaraan mogok atau rusak akibat masuknya air ke saluran udara atau kelistrikan. Lebih parahnya, genangan air tinggi dapat menyebabkan kendaraan terapung dan menimbulkan bahaya bagi pengendara.
Tips Keselamatan Berkendara di Banjir
1. Pahami Batas Kendaraan: Setiap kendaraan memiliki batas ketinggian air yang aman untuk diterobos. Mobil dan motor dengan ground clearance rendah lebih rentan terhadap kerusakan.
2. Periksa Kondisi Kendaraan: Pastikan sistem kelistrikan dan mesin dalam kondisi baik sebelum melalui genangan air.
3. Hindari Genangan Air yang Dalam: Jika air sudah mencapai setengah roda, lebih baik mencari alternatif rute atau menunggu hingga air surut.
4. Gunakan Gear yang Tepat: Saat menerobos genangan air, gunakan gear rendah dan pertahankan kecepatan konstan untuk mencegah air masuk ke mesin.
Penutup: Evaluasi dan Pencegahan
Menerobos banjir tanpa pertimbangan matang dapat mengakibatkan kerusakan fatal pada kendaraan dan bahaya bagi keselamatan. Dengan memahami risiko dan mengikuti tips keselamatan, pengendara dapat menghindari bencana yang tidak diinginkan. Yuk, selalu prioritaskan keselamatan sebelum menentukan untuk menerobos banjir!







