
Marc Marquez sudah satu dekade berkarier di aspal sirkuit, dia mulai menyadari satu hal pahit: mental juara bisa abadi, tapi tubuh manusia punya batas.
Bicara soal masa depan, Marquez mulai memikirkan soal kapan momen yang tepat untuk gantung helm. Hal ini diungkapkan Marquez saat wawancara di program El Objetivo.
Secara mental, Marquez merasa masih sangat kompetitif. Namun, rentetan cedera horor yang ia alami sejak 2020–mulai dari patah tulang humerus hingga masalah bahu–telah meninggalkan bekas yang tak bisa hilang hanya dengan latihan fisik.









