
Di balik keindahan alam Maros, Sulawesi Selatan, terjadi insiden yang mengejutkan dunia perhubungan. Pesawat ATR 42-500 milik indonesia air transport (IAT) dengan registrasi PK-THT dilaporkan hilang kontak dan diduga kuat telah jatuh di area Leang-Leang Maros. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut insiden ini sebagai salah satu kecelakaan penerbangan terberat di tahun ini.
Kronologi Menyedihkan
Pesawat tersebut terakhir diketahui berada di udara pada Sabtu (17/12/2026) sebelum hilang kontak. Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian intensif di sekitar Leang-Leang Maros, yang terkenal dengan keindahan alamnya namun juga memiliki geografis yang menantang. Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen Bangun Nawoko menyatakan bahwa kemungkinan pesawat telah jatuh dan meledak adalah sangat besar.
Daya Tarik Alam Maros
Maros sendiri merupakan destinasi wisata yang menjanjikan. Dengan pemandangan alam yang eksotis dan budaya lokal yang kaya, daerah ini menjadi tempat favorit untuk para wisatawan yang mencari pengalaman berbeda. Namun, insiden ini mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan dan persiapan matang sebelum melakukan perjalanan udara.
Tips Perjalanan
Jika Anda berencana mengunjungi Maros, pastikan untuk memilih operator penerbangan yang terpercaya dan memeriksa kondisi cuaca sebelum melakukan perjalanan. Leang-Leang Maros sendiri dapat diakses melalui rute darat yang membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam dari Makassar.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa alam yang indah juga memiliki sisi yang ganas. Maros tetaplah destinasi yang menjanjikan, namun sebaiknya kita selaluwaspada dan berhati-hati dalam setiap langkah.







