
Sebelum menulis novel ‘max havelaar’ yang masyhur itu, Eduard douwes dekker pernah singgah di Bogor selama hampir dua bulan. Tujuan utamanya adalah menemui Gubernur Jenderal Charles Ferdinan Pahud untuk melaporkan berbagai penyimpangan yang terjadi oleh Residen Rangkasbitung, Dumaeyer van Twist dan Demang Karta Nata Nagara.
Namun, Eduard tak punya akses langsung untuk masuk ke kediaman Pahud di Puri Buitenzorg (sekarang Istana Bogor). Alternatifnya dia selama beberapa hari menginap di Hotel Binnenhof (Hotel Salam The Heritage) yang berhadapan langsung dengan Puri Buitenzorg.
Rupanya kehadiran Eduard sudah lebih dahulu diketahui Pahud sehingga dia menghindari untuk berjalan-jalan pagi hingga ke depan Binnenhof.











