
Proses Produksi Terhambat
Produksi mobil listrik Suzuki e Vitara menghadapi kendala serius akibat gangguan pasokan logam tanah jarang (LTJ). Kebijakan China yang menangguhkan ekspor bahan baku ini menyebabkan Maruti Suzuki India harus merevisi produksi e Vitara tahun 2025. Sebagai negara pengendali lebih dari 90% pasokan global LTJ, China memiliki peran kritis dalam rantai pasok industri otomotif global.
Peran Logam Tanah Jarang dalam Kendaraan Listrik
Logam tanah jarang merupakan komponen vital dalam teknologi kendaraan listrik, terutama untuk membangun magnet berkinerja tinggi yang menggerakkan motor. Gangguan pasokan LTJ tidak hanya mempengaruhi performa teknis, namun juga mengancam jadwal produksi mobil listrik seperti Suzuki e Vitara.
Solusi dan Langkah Ke depan
Untuk mengatasi masalah ini, produsen seperti Suzuki perlu memperkuat strategi diversifikasi pasokan bahan baku. Peningkatan investasi dalam penelitian dan pengembangan teknologi alternatif juga menjadi kunci untuk menjamin kelanjutan industri kendaraan listrik di masa depan.
Rekomendasi Praktis
Industri otomotif harus proaktif dalam menghadapi ketidakpastian global. Dengan mengimplementasikan standar industri yang ketat dan mempromosikan kerja sama internasional, dampak dari kendala bahan baku seperti LTJ dapat diminimalkan.









