
Geopark Kaldera Toba mendapatkan kartu kuning dari UNESCO. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, membeberkan alasannya.
Dikutip dari Antara, Rabu (21/5/2025), Hariyanto mengatakan tim penilai UNESCO menemukan sejumlah kelemahan dalam pengelolaan Kaldera Toba hingga dapat ancaman status global geopark unesco terancam dicabut. Di antaranya, keterpaduan antar-pemangku kepentingan, kurangnya keterlibatan masyarakat lokal, serta fasilitas geosite yang dinilai tidak memadai dan kurang terawat.
“Pengelolaan belum optimal. Edukasi, penelitian berkelanjutan, dan standar informasi di tiap situs masih lemah,” ujar Hariyanto.











