
Pengantar
Industri otomotif Brazil sedang menghadapi gelombang baru dengan kedatangan mobil listrik asal China yang diimpor utuh atau Completely Built Up (CBU). Kapal terbesar di dunia, setara dengan 20 lapangan sepak bola, baru-baru ini berlabuh di Itajai, Brazil, membawa ribuan mobil listrik. Namun, tidak semua pihak menyambutnya dengan gembira.
Spesifikasi dan Analisis
Mobil listrik China yang masuk ke Brazil memiliki beberapa fitur unggulan. Dengan teknologi baterai yang canggih, mobil-mobil ini mampu menawarkan jangkauan hingga 400 km per pengisian. Selain itu, desain yang aerodinamis dan fitur keamanan mutakhir seperti sistem penghindar tabrakan dan kontrol kruizer memperkuat daya saingnya.
Menurut data Reuters, sejak awal 2025, Brazil telah mengimpor sekitar 22.000 mobil listrik buatan China, dan diperkirakan akan mencapai 200.000 unit pada tahun ini. Angka ini setara dengan 8% dari total mobil ringan yang didaftarkan di Brazil.
Dampak pada Industri Lokal
Kehadiran mobil listrik China memberikan tantangan bagi industri otomotif Brazil. Produsen lokal harus meningkatkan teknologinya untuk tetap kompetitif. Selain itu, masuknya mobil CBU secara massal dapat mengganggu pasar domestik dan mengurangi peluang kerja di sektor ini.
Penutup
Untuk tetap survive, industri otomotif Brazil perlu memperkuat ekosistem lokal dengan mendorong produksi mobil listrik dalam negeri. Ini bukan hanya untuk mempertahankan pasar, tetapi juga untuk memastikan teknologi otomotif yang berkelanjutan.









