
Pengenalan Teknologi Ramah Lingkungan
Campuran etanol sebesar 10% dalam bahan bakar minyak (BBM) menjadi solusi inovatif untuk mengurangi kandungan sulfur, menurut pakar ITB. Profesor Ronny Purwadi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menjelaskan bahwa etanol, sebagai bahan pengganti yang tidak mengandung sulfur, mampu secara signifikan menekan emisi gas berbahaya dari kendaraan.
Efisiensi Emisi dan Performa Mesin
Dengan penggunaan etanol sebagai campuran, kandungan sulfur dalam BBM berkurang drastis. Ini tidak hanya mempengaruhi emisi, tetapi juga mampu meningkatkan performa mesin. Etanol sebagai bahan bakar alternatif memiliki daya tarik karena sifatnya yang ramah lingkungan dan kompatible dengan teknologi mesin modern.
Implementasi dan Dukungan Teknis
Profesor Ronny Purwadi menggarisbawahi pentingnya implementasi campuran etanol dalam skala industri. Dengan hanya 10% campuran, dampaknya sudah terasa dalam mengurangi dampak negatif sulfur terhadap lingkungan. Ini menjadi langkah strategis untuk mendorong penggunaan energi yang lebih bersih dan efisien.
Penutup: Langkah Menuju Masa Depan yang Lebih Baik
Penggunaan campuran etanol dalam BBM tidak hanya memberikan manfaat lingkungan, tetapi juga menjadi langkah maju dalam teknologi otomotif. Dengan dukungan dari para pakar seperti ITB, implementasi ini dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam upaya mengurangi emisi dan menciptakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.











