
Mengenal Bandara Bima, Destinasi dengan Sejarah Kaya
Bandara Bima, yang dinobatkan sebagai nama resmi untuk menghormati Sultan Muhammad Salahuddin, seorang pahlawan nasional, menjadi sorotan karena kabar mengejutkan dari cucu Sultan tersebut. Dae Dewi, atau Dewi Ratna Muchlisa, merasa kecewa karena bandara yang berdiri atas nama kakeknya tidak menampilkan fotonya.
Sejarah dan Daya Tarik Bandara Bima
Sultan Muhammad Salahuddin, seorang tokoh penting dalam sejarah Indonesia, dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Nama sang sultan diabadikan sebagai nama bandara, menjadi simbol penghormatan yang luar biasa. Namun, keputusan tidak memajang fotonya di bandara tersebut membuat cucunya merasa tidak terhormat.
Perjalanan ke Bandara Bima: Tips dan Pesona Lokal
Jika Anda berencana mengunjungi Bandara Bima, berikut adalah tipsnya:
– Rute: Bandara ini terletak di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
– Biaya: Tiket penerbangan bisa bervariasi tergantung maskapai dan musim.
– Waktu Terbaik: Musim kering, antara April hingga Oktober, adalah waktu terbaik untuk mengunjungi daerah ini.
Selain menikmati fasilitas bandara, wisatawan juga bisa menjelajahi keindahan alam sekitar, seperti Pantai Mawun dan Gunung Tambora.
Mengapa Bandara Bima Wajib Dikunjungi?
Bandara Bima bukan hanya sebagai pintu masuk ke Pulau Sumbawa, tetapi juga sebagai simbol penghormatan terhadap Sultan Muhammad Salahuddin. Dengan segudang sejarah dan keindahan alam, destinasi ini menjanjikan pengalaman berharga bagi setiap wisatawan. Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan nuansa sejarah dan alam yang eksotis di Bandara Bima!











