
UNESCO mengancam bakal mencabut status Geopark Kaldera Toba. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) merespons dengan mengajak bicara General Manager Badan Pengelola Kaldera Toba UNESCO Global Geopark (UGGp), Dr Azizul Kholis.
Dalam pertemuan itu, Azizul memaparkan kronologi serta perkembangan terbaru terkait status tersebut. Azizul mengatakan membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk melakukan pembenahan, dengan asesmen ulang dari UNESCO yang dijadwalkan pada 15 Juli 2025.
Azizul optimistis masalah itu bisa diatasi lewat kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah.









