
Di tengah hiruk-pikuk kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Kwitang berdiri mencolok. Bukan sekadar sebagai tempat ibadah, bangunan ini menyimpan jejak perjuangan kemerdekaan, simbol harmoni antar-etnis, dan cerminan stratifikasi sosial yang membentuk Jakarta tempo dulu.
Melihat latar kolonialnya, terlihat jelas ketimpangan dalam hierarki sosial terkait praktik keagamaan. Menurut pemandu Jakarta Good Guide (JGG), Arfianti, GKI Kwitang berbeda dengan Gereja Immanuel (Willemskerk) di alan Medan Merdeka Timur No.10, Jakarta Pusat.
Gereja Immanuel dalah tempat pejabat dan tokoh Belanda beribadah, sedangkan GKI Kwitang muncul sebagai tempat perlindungan bagi kelas menengah bawah.











