
larangan study tour yang dikeluarkan Pemprov Jabar berdampak pada perusahaan bus di Majalengka yang kondisinya kini merana.
Perusahaan Otobus (PO) BS Guvilli Majalengka mengalami anjloknya pendapatan secara signifikan. Kondisi itu pun dikeluhkan oleh para karyawan yang bekerja di armada bus tersebut.
Manajer Operasional PO BS Guvilli Majalengka, Dedi Supriadi mengaku, sejak larangan diberlakukan, pemesanan armada untuk kebutuhan studi wisata semua dibatalkan.







