
Hutan Sumatera diakui UNESCO sebagai Warisan Dunia Hutan Hujan Tropis Sumatera atau Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (TRHS) sejak 2004. Namun, maraknya penebangan liar, perambahan lahan, dan rencana pembangunan infrastruktur, sejak 2011 hingga kini membuat hutan Sumatera berstatus ‘dalam bahaya’.
Dalam websitenya yang dilihat detikcom , Jumat (28/11/2025), UNESCO menuliskan Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera (TRHS) terdiri dari tiga taman nasional yang terpisah jauh, yaitu Gunung Leuser (TNGL), Kerinci Seblat (TNKS), dan Bukit Barisan Selatan (TNBBS), mencakup total luas 2.595.124 hektar. Kawasan yang membentang dari Aceh hingga Bandara Lampung merupakan salah satu kawasan konservasi terbesar di Asia Tenggara.
Bicara tentang keanekaragaman hayati di hutan Sumatera, diperkirakan terdapat 10.000 spesies tumbuhan, termasuk 17 genus endemik. Keanekaragaman satwa di Hutan Hujan Tropis Sumatra juga mengesankan, dengan 201 spesies mamalia dan sekitar 580 spesies burung, yang terdiri dari 465 spesies residen dan 21 spesies endemik.











