
Francesco Bagnaia, rider Ducati Panigale V4 R, tengah menghadapi tantangan serius setelah performa dominannya di Jepang. Meski sempat menemukan setup motor ideal di Misano dan meraih kemenangan di Jepang, Bagnaia tidak dapat mempertahankan momentum tersebut di Indonesia dan Australia. Pada balapan di Phillip Island, Bagnaia malah tampil lambat di balapan sprint dan hanya finis kedua dari belakang.
Fitur Unggulan Ducati Panigale V4 R
Ducati Panigale V4 R yang dikendarai Bagnaia memiliki mesin V4 1.260 cc dengan teknologi terkini, termasuk sistem pendingin cairan dan bahan komposit untuk bobot yang lebih ringan. Namun, performa motor ini tergantung pada setup yang sesuai dengan kondisi lintasan.
Performa di Jalan
Di Jepang, setup motor yang ditemukan Bagnaia memberikan keunggulan kompetitif. Namun, di lintasan dengan karakteristik berbeda seperti Indonesia dan Australia, Bagnaia kesulitan menyesuaikan motor. Ini menunjukkan pentingnya adaptasi teknis untuk mengoptimalkan performa di berbagai kondisi.
Tips Perawatan Motor
Untuk menjaga performa Ducati Panigale V4 R, penting untuk rutin memeriksa dan mengganti komponen krusial seperti oli, rem, dan ban. Selain itu, pengaturan ulang setup motor sesuai dengan lintasan adalah kunci untuk menghindari penurunan performa seperti yang dialami Bagnaia.
Kok Bisa Jatuh Terus, Bagnaia? Krisis performa ini menunjukkan bahwa adaptasi teknis dan konsistensi adalah faktor penting dalam balap motor. Dengan analisis yang lebih mendalam dan optimasi setup, Bagnaia masih memiliki peluang untuk kembali ke puncak.











