
Pengenalan Performa Ducati Desmosedici GP25
Manajer pebalap sekaligus pengamat MotoGP, Carlo Pernat, mengidentifikasi penurunan performa pada motor Ducati Desmosedici GP25. Meski motor ini terkenal dengan teknologinya yang canggih, Ducati gagal meraih kemenangan dalam dua seri terakhir MotoGP, dengan Johann Zarco (Honda) dan Marco Bezzecchi (Aprilia) menjadi pemenangnya.
Analisis Teknis Motor Ducati Desmosedici GP25
Ducati Desmosedici GP25 diklaim memiliki mesin yang kompetitif dengan teknologi pendingin cair dan sistem injeksi yang mutakhir. Namun, performa motor ini tidak konsisten, terutama dalam kondisi lintasan yang menantang. Pernat menyinggung bahwa meskipun Ducati selalu mengisi podium, kinerja motor ini kurang mumpuni dalam persaingan ketat.
Peran Pembenah Motor dan Peningkatan Performa
Pebalap seperti Marc Marquez, Francesco Bagnaia, dan Fabio Di Giannantonio dinilai harus lebih keras dalam menjinakkan motor Ducati. Namun, permasalahan mendasar pada performa motor perlu ditangani secara teknis untuk meningkatkan konsistensi di lintasan.
Penutup dan Rekomendasi
Untuk mengatasi Krisis Kecil di Ducati, perlu dilakukan evaluasi mendalam pada teknologi dan desain motor. Peningkatan pada sistem pendingin dan optimasi performa mesin dapat menjadi langkah strategis untuk memperbaiki kondisi saat ini. Pabrikan Ducati harus fokus pada inovasi teknis agar bisa kembali bersaing di tingkat tertinggi MotoGP.











