
Pengalaman Menyedihkan di Kampung Adat Ratenggaro
Kisah wisatawan, Pasutri John Stephen dan Riana Subandi, yang mengalami pemalakan di Kampung Adat Ratenggaro, Sumba Barat Daya, NTT, menjadi viral di media sosial. Mereka menceritakan bagaimana sekelompok anak-anak dan orang dewasa memaksa menawarkan jasa foto, penyewaan kuda, hingga meminta uang dengan dalih ‘uang rokok’, ‘uang buku’, atau ‘uang sukarela’. Kementerian Pariwisata langsung bergerak untuk mencegah insiden serupa terjadi kembali dengan menyusun berbagai langkah preventif.
Keindahan Alam dan Budaya Sumba Barat Daya
Meski insiden pemalakan ini mengejutkan, Sumba Barat Daya tetap menyimpan daya tarik alam dan budaya yang menakjubkan. Kampung adat Ratenggaro adalah destinasi yang menjanjikan pengalaman budaya otentik, dengan rumah adat dan pemandangan alam yang eksotis. Namun, wisatawan diharapkan untuk waspada dan memilih agen wisata yang terpercaya saat mengunjungi daerah ini.
Tips Perjalanan ke Ratenggaro
– Rute: Dari Kupang, NTT, Anda bisa menggunakan transportasi umum atau sewa mobil untuk menuju Sumba Barat Daya.
– Waktu Terbaik: Musim kering (April hingga Oktober) adalah waktu terbaik untuk mengunjungi daerah ini.
– Biaya: Perencanaan anggaran yang matang diperlukan, terutama untuk akomodasi dan transportasi lokal.
– Rekomendasi: Pastikan untuk memeriksa informasi terkini dari Kementerian Pariwisata sebelum melakukan perjalanan.
Penutup: Mengapa Ratenggaro Wajib Dikunjungi?
Ratenggaro adalah destinasi yang menjanjikan pengalaman budaya yang dalam dan pemandangan alam yang menakjubkan. Namun, setelah kasus pemalakan ini, Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk memastikan wisatawan merasa aman dan terlindungi saat mengunjungi daerah ini. Dengan langkah-langkah yang telah direncanakan, Ratenggaro dapat kembali menjadi tujuan wisata yang menyenangkan bagi semua pengunjung.











