
Di tengah-tengah polemik tambang nikel yang merusak Surga Bawah Laut Raja Ampat, muncul sosok Max Ammer, seorang ‘dive master’ Belanda yang telah menjadi ikon kegiatan menyelam di kawasan ini. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di Raja Ampat, Ammer tidak hanya memprioritaskan eksplorasi bawah air, tetapi juga menjadi suara bagi alam yang sedang terancam.
Keindahan Alam yang Terancam
Raja Ampat, dikenal sebagai surganya pecinta alam, terutama untuk penyelam, saat ini berada di ambang kehancuran karena dampak tambang nikel. Meskipun pemerintah telah mencabut Izin Usaha Pertambangan (IUP) beberapa perusahaan, kerusakan yang sudah terjadi pada ekosistem bawah laut dan daratan sulit untuk dipulihkan. Ammer, yang telah melihat perubahan drastis di Raja Ampat selama bertahun-tahun, menyatakan bahwa tambang yang tidak ramah lingkungan adalah musuh utama keanekaragaman hayati dan keseimbangan alam.
Tips Perjalanan ke Raja Ampat
Bagi traveler yang tertarik menjelajahi keindahan Raja Ampat, aman untuk melancong dengan agen wisata yang berkomitmen terhadap lingkungan. Rute terbaik untuk menuju pulau ini adalah melalui Bandara Siak dan Kaimana, dengan waktu perjalanan sekitar 1,5 jam dari Jayapura. Musim kering (April hingga Oktober) adalah waktu terbaik untuk menikmati visibilitas air yang jernih dan bermacam-macam biota laut.
Pesona Lokal yang Menakjubkan
Selaineksplorasi bawah air, Raja Ampat juga menawarkan pemandangan alam darat yang memukau, seperti bukit kapur dan hutan hujan primer. Masyarakat setempat, yang hidup harmoni dengan alam, juga menyuguhkan budaya yang kaya dan ramah.
Akhir kata, Raja Ampat bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga rumah bagi keanekaragaman hayati yang perlu dijaga. Dengan mendukung wisata berkelanjutan dan mendengarkan suara seperti Ammer, kita semua bisa berperan dalam melestarikan surganya dunia ini.
“`











