Penjualan mobil di Indonesia mengalami perlambatan signifikan, dengan penurunan penjualan retail mencapai 8% pada periode Januari-November 2025. Meskipun demikian, PT Astra International Tbk., melalui Tri Mulyono, menegaskan keyakinan bahwa pemerintah tidak akan diam dalam menghadapi situasi ini.
Analisis Penjualan dan Dampak pada Ekonomi
Penjualan menyusut sebesar 8% pada tahun 2025 menunjukkan tantangan yang nyata bagi industri otomotif Indonesia. Namun, sektor ini tetap menjadi penopang penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan demikian, Daihatsu optimis bahwa pemerintah akan meluncurkan langkah-langkah strategis untuk memulihkan tren penjualan.
Peran Pemerintah dalam Menyelamatkan Industri
Mengingat kontribusi sektor otomotif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), langkah intervensi dari pemerintah dinilai krusial. Ini mungkin mencakup stimulus fiskal, relaksasi kredit, atau perbaikan regulasi yang mendukung industri.
Langkah Proaktif bagi Konsumen
Dalam kondisi ini, konsumen dinilai harus mempertimbangkan opsi mobil yang efisien dan ramah lingkungan. Daihatsu, sebagai pelaku industri, terus berupaya memenuhi permintaan pasar dengan teknologi mutakhir.
Penutup:
Dengan optimisme yang tinggi, Daihatsu siap menjadi bagian dari solusi dalam mengatasi tantangan industri otomotif Indonesia.











