
Perubahan Besar di Gunung Rinjani
Setelah terjadi serangkaian kecelakaan pendaki, termasuk kematian Juliana Marins dari Brasil yang terjatuh di Gunung Rinjani pada Sabtu (21/6/2025), Pemerintah Provinsi NTB dan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memutuskan untuk merevisi SOP pendakian. Langkah ini diharapkan akan meningkatkan keamanan dan kualitas pengalaman pendakian di salah satu gunung tertinggi di Indonesia ini.
Apa yang Dipersiapkan?
Kepala Balai TNGR, Yarman, mengungkapkan bahwa revisi SOP akan melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk pelaku pariwisata dan masyarakat setempat. Evaluasi menyeluruh akan dilakukan terhadap SDM, sarana, dan tata kelola pendakian. “Kami ingin memastikan bahwa pendakian Rinjani menjadi lebih aman dan terkelola dengan baik,” tutur Yarman usai FGD tentang tata kelola pendakian yang berkualitas dan terintegrasi.
Tips untuk Pendaki yang Ingin Berkunjung
Sebelum melangkah, pastikan untuk memeriksa informasi terbaru tentang SOP yang direvisi. Gunung Rinjani dengan puncaknya yang mencapai 3.726 mdpl menawarkan pemandangan menakjubkan, dari savanna liar di ketinggian hingga danau kawah yang menawan. Namun, kondisi alam yang berubah-ubah dan medan yang menantang memerlukan persiapan matang.
Kenapa Rinjani Wajib Dikunjungi?
Selain tantangannya yang mengasyikkan, Rinjani juga menjadi tempat untuk menikmati budaya lokal dan interaksi dengan masyarakat setempat. Dengan SOP yang lebih baik, pendaki dapat menikmati petualangan ini dengan lebih aman dan memuaskan. Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan matahari terbit dari puncak atau menikmati keindahan alam di sekitar danau Segara Anak.
Revisi SOP ini merupakan langkah penting untuk memastikan bahwa Gunung Rinjani tetap menjadi destinasi yang menarik dan aman bagi para pendaki. Dengan perubahan ini, wisatawan dapat lebih mempersiapkan diri untuk menjelajahi keindahan alam yang luar biasa ini.









