
Paragraf Pembuka
Gunung Rinjani, dengan keindahannya yang mempesona, kini menjadi lebih aman untuk didaki. Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (Dispar NTB) telah berjanji untuk memperbaiki standar operasional prosedur (SOP) pendakian gunung ini. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan kecelakaan, seperti yang dialami oleh Juliana Marins dari Brasil. Kepala Dispar NTB, Ahmad Nur Aulia, menegaskan bahwa perbaikan SOP ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas, keamanan, dan kenyamanan bagi para wisatawan yang mendaki Rinjani.
Keindahan Alam
Gunung Rinjani, dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut, menawarkan pemandangan yang menakjubkan. Pendaki akan disuguhi dengan padang savana, hutan tropis, dan Danau Segara Anak yang eksotis di ketinggian. Namun, medan yang berat dan cuaca yang tak menentu membuat pendakian ini memiliki risiko tertentu.
Tips Perjalanan
Sebelum melakukan pendakian, pastikan untuk mempersiapkan diri dengan baik. Dispar NTB merekomendasikan untuk menggunakan jasa agen wisata yang terpercaya dan memenuhi syarat. Rute pendakian biasanya dimulai dari desa Sembalun atau Senaru. Waktu terbaik untuk mendaki adalah pada musim kering, dari Juli hingga Oktober. Pastikan juga untuk membawa perlengkapan yang lengkap, seperti pakaian hangat, lampu, dan makanan.
Pesona Lokal
Selain keindahan alamnya, Rinjani juga memiliki budaya lokal yang menarik. Pendaki dapat menikmati sajian makanan khas Suku Sasak, seperti ayam bali dan sate Klopo, serta menikmati kearifan lokal yang terjaga dengan baik di sekitar gunung.
Penutup
Gunung Rinjani adalah destinasi yang wajib dikunjungi bagi pecinta alam dan petualang sejati. Dengan perbaikan SOP yang dilakukan oleh Dispar NTB, pendakian ke Rinjani kini lebih aman dan nyaman. Jangan ragu untuk menjadikan Rinjani sebagai tujuan wisata Anda berikutnya!









