
Pengalaman Menyaksikan Kebudayaan yang Eksotis
Situs Wadu Pa’a, candi tebing batu pahat yang terletak di Desa Kananta, Kabupaten Bima, NTB, baru saja rampung dipelihara oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XV Bali Nusa Tenggara. Kegiatan pemeliharaan ini berlangsung selama empat hari, dari 11 Juni hingga 14 Juni 2025, sebagai langkah konservasi setelah studi awal dilakukan pada April lalu.
Keindahan Alam dan Kebudayaan yang Mengagumkan
Situs ini tidak hanya menjadi saksi sejarah, tetapi juga menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan. Dikelilingi oleh pegunungan dan vegetasi tropis, Wadu Pa’a menjadi tempat yang sempurna untuk menghabiskan waktu sambil menikmati budaya lokal.
Tips Perjalanan untuk Menjelajahi Wadu Pa’a
Untuk mencapai situs ini, Anda dapat menggunakan jalan darat dari Kota Bima menuju Desa Kananta, yang memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Tercatat, biaya masuk untuk wisatawan lokal adalah Rp 5.000, sedangkan wisatawan luar daerah dikenakan Rp 10.000.
Waktu terbaik untuk mengunjungi situs ini adalah pagi atau sore hari, saat cahaya matahari memberikan efek yang lebih menarik pada batu pahat.
Pesona Lokal yang Menyihir
Selain menikmati keindahan situs, Anda juga dapat merasakan hangatnya sambutan masyarakat setempat. Di Desa Kananta, Anda akan menemukan berbagai makanan khas NTB yang lezat, seperti sate kerang dan ayam bakar Bima.
Penutup: Mengapa Wadu Pa’a Wajib Dikunjungi
Wadu Pa’a bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga tempat yang memiliki makna sejarah dan budaya. Dengan upaya konservasi yang terus dilakukan, situs ini diharapkan dapat bertahan lama dan menjadi warisan bagi generasi mendatang. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk melihat keindahan alam dan budaya yang terkandung di situs ini.
Optimasi SEO: Situs Wadu Pa’a, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XV Bali Nusa Tenggara, candi tebing batu pahat, Desa Kananta, Kabupaten Bima, NTB.
Tautan web相关新闻: https://www.detik.com/











