
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii berjanji melakukan evaluasi terhadap sistem penyelamatan kedaruratan di Gunung Rinjani. Sebuah pelajaran mahal didapatkan setelah turis Brasil, Juliana Marins (27), terperosok ke jurang di jalur menuju puncak Rinjani.
Operasional penyelamatan Juliana dinilai oleh warganet Brasil dan banyak pihak tidak optimal dan lambat. Mereka semakin marah saat Juliana terjangkau oleh tim SAR dalam keadaan tewas pada empat hari setelah jatuh ke jurang di Cemara Nunggal, area yang sudah dekat dengan puncak Rinjani.
“Pada saat rapat evaluasi mungkin ada hal-hal yang akan kami lakukan, dari kejadian ini kami bisa memberikan pelatihan-pelatihan dan di beberapa titik mungkin perlu ditambahkan fasilitas untuk mempercepat proses penyelamatan kedaruratan,” ujar Syafii, Rabu (25/6/2025) malam dikutip dari detikbali.









