
Di balik liburan impian, ancaman penipuan mengintai. Dari agen tur fiktif hingga pencurian data kartu kredit, industri pariwisata global mencatat lonjakan kasus penipuan hingga 28% sepanjang musim liburan 2024.
Dikutip dari CNBC Travel , Sabtu (21/6/2025), laporan Mastercard Economics Institute menunjukkan kasus penipuan di sektor pariwisata melonjak tajam sepanjang 2024, terutama saat musim liburan. Selama musim panas, penipuan di sektor wisata naik 18%, dan meningkat 28% saat musim dingin.
Jenis penipuannya pun beragam, dari agen tur fiktif, hingga restoran yang mencuri data kartu kredit wisatawan. Khusus pada bagian pemesanan agen perjalanan dan tur, penipuan terjadi empat kali lebih sering dibandingkan rata-rata kasus penipuan di sektor lain.







