
Peristiwa viral dua bus Damri yang berjalan beriringan di ruas tol Ngawi-Kertosono mulai menjadi perbincangan hangat di media sosial. Video yang diunggah di akun Instagram @dashcam_owners_indonesia menunjukkan kejadian pada 25 Desember 2025, sekitar KM 600-an, di mana salah satu bus melakukan manuver berbahaya dengan memotong lajur kanan, mengganggu pengendara di belakangnya.
Analisis Kejadian
Peristiwa ini menyoroti pentingnya disiplin lalu lintas, terutama di ruas tol. Kedua bus Damri, yang mungkin menggunakan teknologi mesin yang canggih, seharusnya dapat mengoptimalkan performa dan kemanan dalam berbagai kondisi jalan. Namun, manuver yang dilakukan salah satu bus menunjukkan kurangnya kewaspadaan, yang dapat berdampak pada risiko kecelakaan.
Aspek Teknis
Dari video yang ditampilkan, bus-bus tersebut terlihat menggunakan sistem transmisi yang mumpuni, namun pengendalian laju dan manuver yang tidak aman menjadi masalah utama. Penggunaan fitur-fitur canggih seperti ABS atau EBD mungkin dapat membantu meminimalkan risiko, namun disiplin pengemudi tetap menjadi faktor kunci.
Rekomendasi
Untuk mencegah kejadian serupa, diperlukan pengawasan lebih ketat terhadap operasional bus di ruas tol. Selain itu, edukasi pengemudi tentang disiplin lalu lintas dan manuver aman harus terus ditingkatkan. Kepatuhan terhadap standar industri dalam pengoperasian kendaraan massal juga menjadi kunci untuk memastikan keamanan semua pengguna jalan.







