Pada tahun 1932, Charlie Chaplin, di tengah krisis profesionalnya, sebagai raja komedi dan pantomim film bisu itu, diliputi kecemasan tentang kedatangan ‘film bersuara’ – film yang memberikan suara pada film-film yang sebelumnya bisu.
Charlie Chaplin memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Bali bersama saudara laki-lakinya, Sydney, di mana ia akan menemukan kedamaian dan inspirasi. Selanjutnya, melalui perjalanan ini, Chaplin mampu mengatasi ketakutannya terhadap film bersuara.
Kunjungan Charlie Chaplin ke Bali pada tahun 1932-1933 didokumentasikan dalam buku catatannya yang berjudul A Comedian Sees the World (Seorang Komedian Melihat Dunia) yang diterbitkan pada 1934. Chaplin juga mengulas kenangan perjalanannya ke Bali dalam My Autobiography pada 1964.







