
Menjelang lebaran di Gorontalo, kain karawo lagi banyak dicari, bahkan oleh traveler yang sedang berlibur di daerah itu.
Produk karawo seperti jilbab, gamis, dan kemeja paling banyak dicari. Karawo adalah kain sulam khas Gorontalo yang dalam proses pembuatannya rumit yaitu mengiris, mencabut benang, menyulam, dan mengikat, yang dilakukan secara manual tanpa mesin.
Karawo telah ditetapkan sebagai Warisan BudayaTakbenda (WBTb) Indonesia sejak 2014. Karawo juga telah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum Gorontalo pada 2025.







